TEMANKU TERNYATA SEORANG PRIA-Kim Doyoung

   Halo! Gue Park Jiyeon. Gue sekolah di SMA ternama Seoul. Oh ya, gue punya temen cewek namanya Dobby. Hmm namanya memang sedikit aneh ya apalagi penampilannya yang terlihat seperti pria serta gaya rambutnya. Tapi gue akui, wajahnya cantik dan sangat mulus. Kadang gue suka iri ngeliat wajahnya.

  Gue kenal dia baru beberapa minggu ini itupun secara tidak sengaja. Waktu gue lagi nyari buku diperpustakaan sekolah, tanpa sengaja dia ngejatuhin buku dan mengenai kepala gue. Sejak hari itu kita mulai dekat, sering makan bareng, pulang bareng. Hari ini gue berangkat sekolah sendiri karena dia lagi ikut acara lomba basket antar sekolah yang diadakan disekolah lain. Gue pengen nonton tapi gue juga harus belajar buat acara cerdas cermat nantinya.

  "Huft, berangkat sendiri gak enak. Kalo ada Dobby pasti seru, huh!" gumamku sedikit bosan.

  Sesampainya disekolah gue langsung berjalan kearah perpustakaan dan mengembalikan buku-buku yang kemarin gue pinjem. Setelah itu duduk sebentar buka buku.

  "Tau ah, ngantuk. Capek ni mata begadang cuma buat belajar."

  Jam menunjukan pukul 8 pagi, gue kebangun karena kaget suara buku jatuh. Gue langsung nyari sumber suara itu dan ternyata penjaga perpustakaan lagi merapikan buku-buku. Gue ngelirik jam ditangan langsung lari ngacir ke kelas. Ketika sampai, terlihat semua siswa matanya tertuju ke arah gue.

AUTHOR POV

  Jiyeon lantas tersenyum sembari menunjukan gigi-giginya yang tersusun rapi kearah sang guru. Ternyata pelajaran telah dimulai sejak 15 menit yang lalu.

  "Jiyeon, dari mana saja kamu?" tanya sang guru yang menghentikan aktivitas menerangkannya.

  "Tadi habis belajar bentar di perpustakaan terus ketiduran, hehe!" jawabnya yang menyengir tanpa dosa.

  "Ya sudah, masuk sana."

  "Makasih pak."

  Jiyeon segera berjalan masuk menuju tempat duduknya. Jam pelajaran telah usai, kini dia tampak bosan didalam kelas dengan buku yang berserakan diatas meja.

   "Kantin yuk Yeon?" ajak salah satu temannya.

  "Gak ah, pengen dikelas aja!" tolaknya.

  "Yee pasti karena Dobby gak masuk 'kan. Yaudah lo mau titip apa, ntar gue beliin?" tanyanya sembari berdiri.

  "Cola aja deh."

  "Ok."

  Setelah teman-temannya pergi, Jiyeon mengeluarkan ponsel serta earphone yang dia gunakan untuk mendengar musik. Sayup-sayup kedua matanya mulai tertutup hingga beberapa menit kemudian dia terbangun dan terkejut karena seseorang tiba-tiba duduk didepannya sembari tersenyum.

  "Astaga, gue kira preman dari mana!" ujar Jiyeon sembari memegang dadanya.

  "Yee, memangnya tampang gue kek preman. Tampang cantik gini dibilang preman!" jawab seseorang itu dengan wajah kesal.

  "Ya maaf. Lagian tiba-tiba udah ada didepan gue. Udah kelar main basketnya?" tanya Jiyeon sembari membenarkan posisi duduknya.

  "Gak jadi main. Anak-anak pada ribut!"

  "Kok gitu?" tanya Jiyeon lagi.

  "Tau tuh. Cuma gara-gara gue ikut main di tim cewek jadi pada ribut deh."

  "Apaan sih mereka. Takut kalah kali!"

  "Hooh, katanya gak adil masa cowok ikut main di tim cewek."

  "Yee, mereka sirik tuh. Udah gak usah dipikirin, kantin yuk?" ajak Jiyeon.

  "Yuk."

  Setelahnya mereka pergi kekantin, tatapan aneh didapat oleh keduanya lagi. Hal itu sudah menjadi makanan sehari-harinya Jiyeon karena nama yang sering disebut adalah dia. Namun teman sekelas Jiyeon sama sekali tidak membicarakannya justru mereka melindungi Jiyeon dari tuduhan-tuduhan yang tidak benar.

  "Dobby, duduk disebelah sana aja yok?" ajak Jiyeon sembari menarik tangannya.

  Keduanya duduk berhadapan lalu Jiyeon beranjak dari sana untuk memesan. Selang beberapa menit, dia kembali membawa nampan yang berisi 2 mie serta 2 minuman dingin. Bibirnya tersenyum sumringah saat temannya itu menatapnya dengan tak sabar menunggu pesanan.

  "Makan yang banyak ya Dobby!" ujar Jiyeon lantas memberikan semangkuk mie kehadapan Dobby.

  "Oke. Lo juga, makan yang banyak."

  "Selamat makan!" ujar keduanya secara bersamaan.

  Saat Jiyeon hendak memasukan mie kedalam mulutnya, tiba-tiba seseorang tangan gadis itu sehingga mie yang masih panas tersebut jatuh mengenai roknya. Dengan cepat Jiyeon berdiri lalu mengibas-ngibaskan roknya itu.

  "Lo apa-apaan sih?" tanya Dobby lantas berdiri menatap gadis didepannya itu.

  "Dia yang apa-apaan. Berani banget makan berduaan sama lo!"

  "Apaan sih. Terserah dong gue mau berduaan sama siapa aja. Gak usah ikut campur lo. Jiyeon, lo gak papa?" tanya Dobby sembari mengalihkan pandangannya kearah Jiyeon.

  "Gue gak papa kok. Dobby lanjutin ya makannya, gue mau ke toilet bentar!"

  "Gue temenin?"

  "Gak usah. Dobby pasti laper habis main basket, makan aja yang banyak ya. Nanti gue balik lagi kok."

  Jiyeon lantas berlari meninggalkan kanti menuju toilet. Sesampainya disana, dia membersihkan sisa makanan diroknya. Lantas dia mengangkat sedikit roknya lebih tinggi dan terlihat jelas pahanya sebelah kanan memerah akibat terkena tumpahan makanan yang masih panas.

  "Aduh perih lagi. Kalo kegesek rok sakit!" ujarnya sembari mengipas-ngipas pahanya.

  "Apa ke UKS dulu ya. Tapi takut bel masuk, udahlah nanti aja dirumah ngobatinnya. Balik kekantin lagi aja deh."

  Jiyeon lantas menutupi pahanya lagi lalu berjalan kearah kanti dengan senyuman seperti biasa. Nampaknya Dobby telah menyelesaikan makannya dan itu membuat Jiyeon senang.

  "Dobby udah kelar makannya?" tanya Jiyeon sembari duduk.

  "Udah kok, lo makan ya?"

  "Gue gak laper. Kelas aja yuk, bentar lagi bel masuk!" ajaknya.

  "Tapi lo belum makan?"

  "Gue gak papa kok. Lagian tadi juga sempet nitip cola di temen."

  "Beneran gak papa?"

  "Iya, gak papa."

  Bel pulang sekolah pun terdengar, kini semua siswa berhamburan keluar dari sekolah. Terlihat Dobby dan Jiyeon tengah menunggu bis ditempat biasa. Saat bisnya datang, keduanya segera masuk. Tempat duduknya tersisa dua dan itu untuk mereka namun ada sepasang kakek nenek yang tampaknya tak kebagian tempat. Dobby dan Jiyeon saling tatap lalu berjalan kearah keduanya.

  "Nenek sama kakek duduk ditempat kami saja ya. Kasian kalo berdiri!" ujar Jiyeon lantas membantu keduanya berjalan.

  "Terima kasih ya," ujar salah satu dari mereka.

  "Sama-sama."

  Keduanya pun berdiri didekat sepasang suami istri itu dengan menatap kearah liar jendela. Lalu pandangan mereka teralihkan saat nenek itu mulai berbicara.

   "Kalian berdua cocok ya. Nenek jadi ingat masa muda."

  "Eh!"

  "Iya. Yang satu tampan dan satunya lagi cantik!" sahut kakek tersebut.

  "Eh kita cuma temenan kok kek. Gak lebih dari itu!" jawab Jiyeon sembari tersenyum kecut.

  "Yakali gue pacaran sama Dobby. Ogah gue kalo disuruh ngelesbi. Iya sih wajahnya cantik tapi ogah ya, gue masih normal!" batinnya sembari bergidik.

  "Lo gak papa?" tanya Dobby.

  "Gak papa kok. Tenang aja."

  Sesampainya dipemberhentian selanjutnya, mereka turun lalu berpisah.

  "Gue duluan ya Dobby, sampai nanti?" ujar Jiyeon lantas melambai-lambai kearah temannya itu.

  "Ya, sampai nanti."

#Note

  Gimana eps pertamanya?
Bagus gak?
Pasti pada bingung kenapa Dobby ngaku cewek?
Hayoo..
Simak eps selanjutnya ya Teume..

Komentar